Senin, 15 Februari 2016

Unspoken feeling



" ini beda, ini salah.

tapi ini baik.
apa harus diperjuangkan?
lalu apa yang harus disalahkan?
hati?
hati tak bisa disalahkan,
kecocokan?
watak dan kesamaan bukan rekayasa individu.
lalu siapa yang harus disalahkan?
waktu..
ia waktu..
waktu yang harus disalahkan..
Tuhan memang selalu bercanda denganku untuk urusan cinta. "



     Apa aku berusaha mengambil hati mu dari awal? tidak pernah sedikitpun. Apa aku yang memulai? tidak sama sekali? lalu siapa? waktu. ya waktu dan semua koinsidennya. tak perlu kau beri sinyal apapun. aku tak sebodoh itu dalam hal ke-peka-an hati. ya.. ini beda. tidak seperti cerita ku dengan dia sebelumnya. yang selama ini orang duga duga. i've never feel such like this before. never!.  Perjanjian awal kita sudah sama sama kita langgar. "no heart feeling!" .

  
"Dari mata turun ke hati?
Atau dari Chemistry kemudian merambah kesegala aspek?
Tuhan.. haruskah ku berterimakasih?
 
atau ku harus membenci rencanamu?"



     Sujud sembah ku dan tangisan ku disetiap istikharahku selalu membuatku bimbang. disatu sisi dia yang selama ini sosok yang ku inginkan. disatu sisi lagi ada dia yang mati matian kuperjuangkan karena sudah terbiasa bersama.
"Tak pernah seberat ini dan segila ini ku dihadapkan dalam dua pilihan.

    sejujurnya bukan mereka atau dia yang kutakutkan. tapi apa kau merasakan yang sama atau hanya "euphoria sesaat" . itu yang paling menakutkan.
  haruskah ku menggunakan prinsip "jodoh gak kemana" untuk merelakan mu pergi?
atau harus ku bilang "tunggu aku" agar kau percaya aku pun menanti mu?. its too complicated.
apapun yang kau tentukan, semoga kau bahagia. dont be a coward! said to me! .





   masih lebih baik dirimu biru.ketimbang diriku abu-abu.








   








Tidak ada komentar:

Posting Komentar